Watermelon Slice

Sabtu, 05 Oktober 2019

Belajar dari sejarah Indonesia didalamnya terdapat suku, budaya, ras, agama, adat istiadat, dan masih banyak lagi perbedaan yang tersebar di negara kepulauan ini. Hal tersebut bukan lah menjadi halangan ataupun pemutus tali ukhuwah, antar sesama penduduk Indonesia. Melainkan menjadi kekayaan bagi bangsa kami sendiri. Perlu ditegasi bahwa bangsa Indonesia lahir dengan kemajemukan dan perbedaan yang dipersatukan oleh kognisi bersama, untuk hidup sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat.
   Saat berada di lingkungan sosial, manusia dituntut agar bisa berinteraksi dengan sekitarnya. Karena pada umumnya manusia tidak bisa hidup tanpa ada manusia lain. Begitu juga pada saat di zona baru, harus mampu beradaptasi dengan keadaan apapun diluar sana. Disisi lain, tidak semua manusia dapat dengan mudah mengenali seseorang yang baru dikenalnya.
   Agar mudah mengenal ataupun memulai interaksi dengan orang yang baru dikenal,  maka kami bisa menggunakan bahasa interaksi sosial yakni bahasa Indonesia. Serta cara penyampaiannya yang jelas, sopan tanpa mengandung unsur mencela.
   Sebagai seorang mahasiswa baru contohnya, yang notabene dari berbagai macam domisili. Otomatis logat bahasa yang digunakan pasti juga berbeda. Demikianlah lebih baik memilih bahasa nasional sebagai alat komunikasi, untuk menghindari kerancauan dalam penangkapan logat berbahasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar