Belajar
dari sejarah Indonesia didalamnya terdapat suku, budaya, ras, agama, adat
istiadat, dan masih banyak lagi perbedaan yang tersebar di negara kepulauan
ini. Hal tersebut bukan lah menjadi halangan ataupun pemutus tali ukhuwah,
antar sesama penduduk Indonesia. Melainkan menjadi kekayaan bagi bangsa kami
sendiri. Perlu ditegasi bahwa bangsa Indonesia lahir dengan kemajemukan dan
perbedaan yang dipersatukan oleh kognisi bersama, untuk hidup sebagai bangsa
yang merdeka dan berdaulat.
Saat berada di lingkungan sosial, manusia
dituntut agar bisa berinteraksi dengan sekitarnya. Karena pada umumnya manusia
tidak bisa hidup tanpa ada manusia lain. Begitu juga pada saat di zona baru,
harus mampu beradaptasi dengan keadaan apapun diluar sana. Disisi lain, tidak
semua manusia dapat dengan mudah mengenali seseorang yang baru dikenalnya.
Agar mudah mengenal ataupun memulai
interaksi dengan orang yang baru dikenal,
maka kami bisa menggunakan bahasa interaksi sosial yakni bahasa
Indonesia. Serta cara penyampaiannya yang jelas, sopan tanpa mengandung unsur
mencela.
Sebagai seorang mahasiswa baru contohnya,
yang notabene dari berbagai macam domisili. Otomatis logat bahasa yang
digunakan pasti juga berbeda. Demikianlah lebih baik memilih bahasa nasional
sebagai alat komunikasi, untuk menghindari kerancauan dalam penangkapan logat
berbahasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar